Ranca Buaya

Pulang dari Batu Karas dimalam hari beberapa waktu yang lalu menyisakan keinginan untuk kembali melintasi jalur yang sama di siang hari. Keinginan ini juga dirasakan oleh Bang Icay, rekan seperjalanan. Karena itu kami sepakat untuk segera melaksanakan keinginan tersebut di akhir minggu. Rencana berangkat disepakati pada hari Jum’at, 20 April 2012 dengan titik berkumpul di SPBU 34-16-109, Warung Jambu, Bogor. Pada Hari H-1 Mas Jay menyatakan niatnya untuk bergabung. Maka sepakatlah kami bertiga untuk berangkat.

Hari #1

Pukul 10:15 aku tiba di titik berkumpul yang sudah disepakati dan kedua orang sahabatku sudah menunggu. Sekitar 15 menit kemudian, kami memulai perjalanan menuju ke arah Pangalengan. Jalur Bogor, Puncak, Cianjur kami tempuh dengan santai. Tiba di Ciranjang hujan mulai turun. Kami berhenti untuk mengenakan jas hujan. Tak jauh dari tempat kami berhenti ada penjual nasi goreng. Kedua sahabat memesan dan segera menyantapnya. Perjalanan kami lanjutkan dalam cuaca hujan. Memasuki Cimareme kami berbelok ke kanan, arah Batujajar. Hujan mulai reda ketika mememasuki daerah Banjaran.

Hari #2

Kami tiba di Pangalengan sekitar pukul 03:00 pagi. Berhenti di sebuah masjid untuk beristirahat. Udara sangat dingin namun kami berusaha untuk tidur agar badan lebih segar untuk melanjutkan perjalanan.

Kami terbangun pada pukul 05:30 pagi. Di dekat tempat kami berhenti ada sebuah warung yang menjajakan berbagai hidangan sarapan. Kami pun menyantap pesanan masing-masing.

Pukul 07:10 kami mulai melanjutkan perjalanan. Tiba di Situ Cileunca pada pukul 07:30 kami berhenti untuk menikmati pemandangan di sekitar danau.

Pukul 07:40 perjalanan kami lanjutkan hingga tiba di area perkebunan teh Sukaluyu.



Kami berkendara dalam cuaca yang sangat cerah di jalan yang berkelok-kelok.


Hingga memasuki daerah perkebunan teh Selaawi.

Melewati rumah mandor perkebunan.


Juga perumahan pegawai perkebunan yang sederhana namun asri.


Perjalanan menempuh daerah dengan udara yang segar dan pemandangan yang menyejukkan mata.



Di jalanan yang berkelok-kelok.






Melihat berkas cahaya mentari menembus kabut pagi.


Melewati berbagai air terjun yang sangat dekat dengan jalan.



Hingga tiba di ibu kota Kecamatan Cisewu.

Dan menemukan air terjun berundak.

Pukul 11:30 kami tiba di sebuah tempat yang menyajikan pemandangan bentang alam Samudra Hindia.


Pukul 11:50 kami tiba di pantai Ranca Buaya.

Jalan menuju pantainya sangat terjal.



Akhirnya kami tiba disebuah warung yang menghadap ke laut lepas.



Lelah berkendara membuat kami tertidur pulas dalam hembusan angin laut.

Pukul 14:30 kami terbangun oleh aroma ikan bakar yang langsung habis disantap dalam sekejap. Setelahnya kami berfoto disekitar lokasi. Kemudian melanjutkan perjalanan pulang pada pukul 15:30.




Hingga tiba di daerah Sindang Barang dan berhenti di Masjid Agung untuk menumpang mandi. Beberapa waktu kemudian kami pergi makan malam kemudian mencari tempat menginap. Akhirnya setelah mencari informasi dari penduduk setempat, kami menemukan mess Pemerintah Daerah yang disediakan untuk umum. Mess ini terletak persis di samping kanan Kantor Kecamatan Sindang Barang, di sisi kanan Masjid Agung. Setelah berpamitan pada penjaga, kami pergi tidur pada pukul 22:00.

Hari #3

Kami terbangun dan pergi mandi bergantian sambil bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan pulang. Setelah sarapan roti dan kopi kamipun berpamitan pada penjaga mess dan memulai perjalanan pada pukul 08:00.

Melewati perkebunan karet Agrabinta.

Perjalanan menempuh jalan berbatu di perkebunan kelapa.




Kembali melintasi perkebunan karet.



Hingga tiba di daerah Cikaso dan beristirahat sejenak.

Kami menuju ke kota Surade untuk makan siang. Setelahnya kami melanjutkan perjalanan menuju Ciemas.

Melintasi jalan berbatu, lumpur, gravel dengan tumbuhan rerumputan tinggi di kiri dan kanan jalan.



Kami tiba di Cihaur pada pukul 16:05.

Lokasi dengan pemandangan berwarna hijau sejauh mata memandang.


Selanjutnya perjalanan pulang kami melewati jalur Cikidang, Ciawi, Bogor. Kemudian kami berpisah setelah makan malam di sebuah resto di Warung Jambu, Bogor.

Alhamdulillah.

Posted in kendara kembara | Leave a comment

Batu Karas

Nusantaride, sebuah forum diskusi tentang wisata bermotor mengadakan pertemuan antar para anggotanya di Batu Karas, Pangandaran, Ciamis pada tanggal 6-8 April 2012. Pertemuan ini bertajuk Nusantaride Pangandaranaway. Sebagai penggemar kendara kembara tentunya aku tidak ingin ketinggalan untuk mengikuti kegiatan ini. Oleh sebab itu aku menyiapkan diri dengan segala keperluan selama di perjalanan juga di tempat tujuan.

Seperti biasa, hal utama adalah menyiapkan rute perjalanan. Rute berangkat adalah melalui Bogor, Cianjur, Bandung, Rajapolah, Manonjaya, Salopa, Cikalong dan Cimerak. Sedangkan untuk rute pulang aku memilih jalur menelusuri pantai selatan, yaitu: Cimerak, Cikalong, Cipatujah, Sancang, Pameungpeuk, Cikelet, Cidaun lalu naik ke Kota Cianjur melalui Saganten, Cibinong, Tanggeung, Sukanagara, Cibeber dan Nagrak. Sangat disayangkan tidak semua rute bisa digambar dengan bantuan Google Maps karena dari Cianda sampai ke Cidaun Google Maps tidak mempunyai jalur dan harus melewati Ciwidey, yang mana itu berarti harus memutar ke utara sejauh 196 km. Akhirnya aku putuskan untuk tetap melewati jalur selatan itu dengan segala keyakinan bahwa pasti akan ada jalan. I’m not lost, I’m on an adventure! Life itself is never flat.

Beberapa hari menjelang keberangkatan, aku sepakat untuk berkendara berdua dengan Pey, salah seorang rekan forum. Pada H-3 seorang rekan lagi yaitu Pram menyatakan ingin ikut berkendara bersama. Maka jadilah direncanakan perjalanan bertiga. Aku pikir kendara kelompok bertiga ini tidak akan mengganggu pengguna jalan lain. Pada hari H-2, seorang rekan lagi yaitu Uchon, juga menyatakan ingin ikut berkendara bersama. Jadilah rencana perjalanan diubah menjadi kendara kelompok empat motor. Tiba di hari H-1, Pram menyampaikan bahwa ada dua orang teman yang ingin juga ikut dalam rombongan. Sejujurnya hal ini adalah pilihan sulit. Aku tidak biasa berada dalam kendara kelompok besar karena menghindari arogansi kelompok. Disisi lain, mereka adalah saudara-saudaraku yang juga ingin merasakan kesenangan berkendara dalam kelompok. Akhirnya aku putuskan untuk sementara waktu mengubah mindset: So, let’s have fun together.

Hari #1

Pukul 22:30 Pram tiba di rumahku. Setelah mandi dan bersiap-siap, pada 23:00 kami berangkat menuju titik berkumpul yang sudah kami sepakati bersama di sebuah resto siap saji di Pamulang. Disana sudah menunggu Pey, Uchon, Dadan dan Hendry. Setelah briefing singkat tentang lokasi perhentian pertama dan berdo’a bersama, kamipun mulai perjalanan pada pukul 23:30. Perjalanan sangat lancar hingga tiba di SPBU 34-16-109.

Hari #2

Setelah mengisi bahan bakar sebanyak 10 liter aku menghampiri rekan-rekan yang menunggu di pintu keluar SPBU. Disana sudah menunggu Izul dan boncengernya, Diana serta ‘anak’ mereka yaitu Arsyad. Rombongan bertambah menjadi 8 motor. Sejenak kemudian perjalanan kami lanjutkan dengan urutan Pram, Uchon dan Dewi, Hendry dan Nyla, Izul dan Diana, Arsyad, Dadan, Aku sendiri dan Pey.

Pukul 01:05 kami tiba di perhentian pertama: RM. Pribumi, Cianjur. Tiga puluh menit kemudian kami melanjutkan perjalanan menuju ke Tasik. Sebelum berangkat, Aulia dengan boncengernya tiba dan ikut bergabung dengan kami. Tiba di Malangbong, aku sempat berhenti untuk berfoto, mengabadikan suasana matahari terbit.

Pukul 06:30 kami tiba perhentian berikutnya, yaitu SPBU 34-46-108. SPBU ini adalah tempat biasa aku mampir untuk beristirahat apabila dalam perjalanan dari dan menuju daerah timur. Beberapa rekan beristirahat sementara rekan yang lain memeriksa kondisi motor masing-masing.

Setelah satu jam beristirahat, perjalanan kami lanjutkan menuju ke arah Manjonjaya melalui Cikoneng. Tiba di Cirahong, kami berhenti untuk berfoto di Sasak Cirahong.

Setelah puas berfoto kami melanjutkan perjalanan.

Pada pukul 12:00 kami tiba di Pantai Cimanuk untuk beristirahat.

Perjalanan kami lanjutkan hingga akhirnya tiba di lokasi pada pukul 15:00.

Alhamdulillah.

Posted in kendara kembara | 1 Comment

Ranau Escapade

Just Ride and Share sebuah semangat yang digaungkan oleh rekan-rekan yang tergabung dalam sebuah Forum yang dikenal dengan nama Nusantaride dengan tagline-nya Ride The Archipelago.

Sedikit pengenalan kembali bagi yang belum mengenal Nusantaride atau disingkat dengan NR adalah sebuah forum yang banyak bercerita tentang pengalaman para pemotor, mengunjungi berbagai tujuan wisata di Nusantara.

Cikal bakal Nusantaride sendiri terbentuknya setelah beberapa member dari forum internasional (advrider.com) berinteraksi satu sama lain secara intens. Dari interaksi tersebut terbesitlah keinginan untuk bercerita tentang keindahan Indonesia kepada dunia.

Eksplorasi keindahan Indonesia adalah tujuan mereka berkumpul di forum tersebut. Berbagai aktifitas dari rekan-rekan yang tergabung dalam forum tersebut sudah banyak dilakukan, baik secara pribadi maupun secara berkelompok.

Sudah banyak pemotor dari luar negeri yang berkunjung ke Indonesia dan sering menghubungi teman-teman Nusantaride untuk informasi tempat-tempat wisata yang eksotis, baik jalur ataupun keindahan alamnya dan diakhiri dengan kopdar bareng tentunya. Gema forum Nusantaride sudah banya dikenal oleh para pemotor internasional dan dijadikan acuan buat mereka yang ingin merasakan nikmatnya berkendara di Indonesia.

Unik dan out-of-the-box. Mereka tidak berbicara tentang organisasi seperti komunitas/klub motor lainnya. Mereka hanya bercerita dan berbagi keindahan perjalan yang mereka tempuh. Nusantaride hanyalah sebuah forum tempat saling bercerita pengalaman berkendara para pemotor. Bercerita tentang rute perjalanan dan berbagi tentang keindahan alam negeri Indonesia ini.

Untuk kesekian kalinya, Nusantaride mengadakan forum silaturrahmi untuk saling tatap muka dengan sesama pemotor yang sering berinteraksi di forum yang dapat dikunjungi di http://nusantaride.com/Forums. Kali ini mereka akan mengadakan acara silaturrahmi tersebut di tanah Sumatera, tepatnya di:

Danau Ranau, koordinat: S4.836812, E103.991089 pada tanggal: 23-25 Maret 2012.

Menurut informasi akan hadir banyak hadir pemotor yang datang dari berbagai macam klub dan komunitas dari berbagai wilayah mulai dari Jawa sampai dengan Sumatera. Semua berkumpul di satu titik koordinat yang sudah ditentukan. Ada yang akan menginap di hotel, ada juga yang membuka tenda. Kabarnya juga akan ada rider internasional dari Italy yang akan bergabung dalam acara Ranau Escape ini

Bagi rekan-rekan yang punya waktu dan mau eksplorasi keindahan alam dari lokasi anda tinggal hingga menuju tempat acara, mari kita bersilaturrahmi. Nusantaride tidak membedakan dan mempermasalahkan jenis kendaraan yang digunakan. Sepeda motor atau apapun alat transportasi lainnya. Apapun merk-nya silakan datang dan bergabung, berbaur dan saling berbagi dalam suasana silaturrahmi yang hangat.

Sampai bertemu di Danau Ranau.

disadur dari tulisan Juragan Rendang.

_
Posted with WordPress for BlackBerry.

Posted in berbagi | Leave a comment

Majalengka

Ajakan mas Agus Setiawan untuk menjelajahi daerah Majalengka dan sekitarnya akhirnya dapat terlaksana.

Hari #1

Hari Jum’at malam, tanggal 17.02.2012 yang lalu aku berangkat dari rumah tepat pada pukul 23:00.

Duffy, motor Honda Tiger buatan tahun 2001 kupacu santai dalam cuaca gerimis. Perjalanan melintasi Parung berjalan lancar. Memasuki daerah Warung Jambu, Bogor, aku mampir di SPBU 34-16109 untuk mengisi bahan bakar sebanyak 9 liter.

Hari #2

Aku tiba di RM Pribumi, Cianjur pada pukul 01:00. Meminum segelas kopi hangat akan membuat tubuh lebih segar setelah berkendara menembus dinginnya kawasan Puncak. Ketika membayar tagihan, datang tiga orang pengendara motor. Ternyata mas Agung Andri dan teman-temannya. Kami sempat berkendara bersama dalam kelompok sewaktu ke Danau Ranau. Aku tidak sempat berbincang lama dengan mas Agung, karena akan melanjutkan perjalanan.

Ruas jalur Cianjur – Citatah, Padalarang aku bisa mengembangkan kecepatan hingga 90 kpj. Memasuki ruas jalan Sukarno-Hatta, Bandung aku harus lebih waspada karena banyak lubang. Terutama ruas jalan antara bundaran Cijerah hingga simpang Jalan Kopo. Begitu juga ketika melintasi Cadas Pangeran, Sumedang dan Kadipaten. Banyak jalan yang ambles dan kendaraan dari arah berlawanan cenderung mengambil lajur kanan untuk menghindari lubang tersebut. Kondisi jalan baru membaik detelah memasuki Dawuan.

Sekitar pukul 04 pagi aku kembali beristirahat di SPBU 34-45409. Rencananya hanya meluruskan badan sebentar di kursi panjang. Ternyata malah tertidur dan terbangun lagi pada pukul 06. Setelah meminum segelas kopi hangat aku kembali melanjutkan perjalanan. Sempat beberapa kali berhenti dan berkomunikasi via sms dengan mas Agus untuk memastikan posisi dan tujuan. Oleh beliau, aku diminta untuk menunggu di sebuah mini mart. Kurang lebih pukul 08 aku dijemput oleh mas Agus. Kami berjalan beriringan setelah sebelumnya mengisi bahan bakar di sebuah SPBU di depan mini mart tadi. Aku sempat mengisi bahan bakar Duffy sebanyak 8 liter. Beberapa saat kemudian kami tiba di rumah mas Agus. Disana sudah ada mas Julianto Sasongko, juga seorang Nusantarider.

Mas Agus kemudian mengajak kami untuk sarapan nasi Jamblang.

Selesai sarapan, kami kembali ke rumah. Beberapa menit kemudian datang mas Suyut Utomo dan mbak Neni Apriani untuk bergabung.

Pukul 09:30 perjalanan menjelajahi Majalengka kami mulai. Berkendara paling depan adalah mas Agus, kemudian mas Suyut, aku dan mas Jul. Kecepatan rata-rata 40 kpj melintasi jalur tanah liat dan bebatuan. Kami tiba di perhentian pertama: Danau Setupatok.



Perjalanan kami lanjutkan untuk melihat pemandangan Danau Setupatok dari ketinggian



Pada pukul 11:00 kami tiba di perhentian berikutnya yaitu sebuah warung di daerah Padabeunghar, untuk beristirahat.


Setelah merasa cukup segar kami melanjutkan perjalanan menuju perhentian berikut yaitu sebuah danau di Talagaherang.


Tak lama kami di perhentian ini untuk melanjutkan perjalanan melalui Cikaracak, Argapura menuju ke Cibuluh untuk santap siang.



Perjalanan berikutnya adalah menuju ke Gununglarang.






Perjalanan berikutnya adalah menuju ke desa Cipicung.



Di tempat ini kami sempat memperbaiki bracket motor mas Suyut yang terlepas dari pegangannya karena kerasnya guncangan ketika melalui jalur bebatuan.


Hari sudah berangsur sore dan kami memutuskan untuk pulang dan melanjutkan penjelajahan ini di waktu berikutnya. Setelah mampir makan malam di sebuah resto, masih di daerah Kuningan, kami melanjutkan perjalanan pulang menuju ke rumah mas Agus. Setiba disana, kami langsung beristirahat.

Hari #3

Menjelang pagi sekitar pukul 01 dinihari, satu per satu teman-teman berpamitan. Dimulai dari mas Jul pulang ke Jogya. Kemudian mas Suyut ke Ciracas, Jakarta Timur pada pukul 03. Aku sendiri pulang setelah hari terang.



Cadas Pangeran




Gunung Mas, Puncak

Aku tiba di rumah pada pukul 22 malam setelah sebelumnya semoat mampir di rumah seorang teman di Bogor.

Alhamdulillah.

_
Posted with WordPress for BlackBerry.

Posted in kendara kembara | 2 Comments

La Commune 2012

Pada tanggal 4-5 Februari 2012 yang lalu, sebuah pergelaran bertajuk La Commune 2012 diadakan di Markas Batalyon Infanteri Mekanis 201 Jaya Yudha di Jalan Raya Bogor, Gandaria, Jakarta Timur. Pergelaran ini merupakan hajatan tahunan lintas komunitas.

Pada kegiatan ini, Mas Wulung ‘Ungki’ Damardoto dari Indonesia Exploride menampilkan presentasi tentang perjalanan Indonesia Exploride menjadi sebuah usaha yang menggunakan sepeda motor sebagai alat. Selain itu, mas Ungki juga berbagi tentang teknik penyusunan usulan agar dapat diterima oleh calon pendana.

Dalam kesempatan ini, Nusantaride, sebuah forum penggemar perjalanan berkendara roda dua, ikut berpartisipasi. Nusantaride menampilkan foto-foto dan video-video hasil liputan anggotanya yang berkendara ke berbagai pelosok Nusantara. Selain itu, diwakili oleh mas Andry Berlianto dan mas Yunan Awaludin Jay, Nusantaride mengadakan pelatihan tentang profil berkendara yang aman juga tentang teknik membangunkan sepeda motor yang jatuh seorang diri, tanpa bantuan siapapun. Tentunya teknik ini sangat bermanfaat dalam situasi kesulitan dan tidak ada yang dapat dimintai bantuan. Terutama ketika berkendara di tempat terpencil.

Mas Andry Berlianto yang memang sehari-harinya bekerja sebagai konsultan Safety Driving/Riding dengan fasih menyampaikan penyuluhan tersebut.

Beberapa anggota Nusantaride berkesempatan untuk mencoba sepeda motor BMW F800GS milik mas Ungki.

Selain presentasi dan workshop, Nusantaride juga membuka sebuah booth untuk mengadakan interaksi dengan pihak-pihak yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang tempat-tempat tujuan wisata berkendara, sesuai dengan konsep dasar Nusantaride: berkendara dan berbagi kepada siapapun. Karena Nusantaride adalah forum bebas yang tidak membatasi anggotanya dengan pengkotakan jenis sepeda motor, komunitas, klub maupun usia serta berbagai atribut lain yang bersifat membedakan.

Posted in berbagi | 2 Comments

Yogyakarta-Serpong

Tulisan ini adalah rangkaian terakhir dari cerita perjalanan kendara kembara-ku dengan Silvester, sepeda motor Honda Tiger tahun 2005, melintasi pulau Jawa dan Bali.

Hari #10

Aku terbangun dari tidur pada pukul 05:30 dan bergegas bersiap untuk melanjutkan perjalanan etape terakhir menuju ke rumah. Perjalanan kami mulai tepat pada pukul 06:30 ditengah cuaca mendung. Beberapa menit kemudian, ketika mulai memasuki Sleman hujan turun dengan deras. Kami menepi di SPBU 44.552.07 untuk mengenakan jas hujan dan mengisi bahan bakar sebanyak 9,48 liter. Tanpa terasa, odometer menunjukkan angka 69.045,0.

Pukul 08:30 kami tiba di Kutoarjo dan berhenti di sebuah warung makan.

Hidangan utama di warung ini adalah soto. Cocok untuk mengusir rasa dingin setelah berkendara dalam cuaca hujan.

Pukul 09:15 perjalanan kami lanjutkan dan memasuki wilayah Kebumen.

Ruas jalan yang kami lalui banyak lubang sehingga seringkali harus menghindar.

Pukul 10:10 kami menjumpai sebuah bengkel di ruas jalan di daerah Candisari, Kebumen. Aku memutuskan untuk mengganti oli Silvester karena jarak tempuhnya sudah lebih dari 1.000 kilometer. Sebelumnya, ketika di Bali aku juga sempat mengganti olinya ketika angka odometer berada di 68 ribu.

30 menit setelahnya kami kembali melanjutkan perjalanan dan memasuki wilayah Gombong.



Pukul 12 siang kami tiba di Rawalo.

jembatan Sungai Serayu

Kemudian melanjutkan perjalanan melintasi kota Jatilawang. Jalan mulai rimbun oleh pepohonan.


Namun di kejauhan, nampak langit mulai mendung.

Tiba di daerah Wanareja, hujan rintik mulai turun.

Hujan semakin deras. Kami pun berhenti di sebuah warung. Bukannya mengenakan jas hujan, istriku malah tertidur cukup pulas.

Setelah satu jam tertidur, istriku terbangun. Kami melanjutkan perjalanan setelah mengenakan jas hujan. Beberapa menit kemudian kami tiba di rumah makan tempat kami biasa mampir untuk beristirahat dan makan, yaitu Rumah Makan Mergosari.

Dan menyantap makanan kesukaan kami, yaitu daging gepuk, tahu goreng yang dilengkapi dengan berbagai lalapan.

Kami beristirahat cukup lama di resto ini untuk selanjutnya melanjutkan perjalanan dalam cuaca hujan deras. Melintasi kota Banjar, Ciamis, dan Jalan Layang Rajapolah dan berhenti di SPBU 34.461.34 ketika maghrib, yaitu pukul 18:00. Sebelum melanjutkan perjalanan pada pukul 19:30, kami sempat mengisi bahan bakar sebanyak 9 liter.

Pukul 19:30 kami melanjutkan perjalanan. Lalu lintas di sepanjang ruas jalan Malangbong hingga Nagrek macet. Kami harus berkendara merayap, mengikuti antrian.

Hari #11

Selepas Cicalengka barulah keadaan lalu lintas lancar sehingga kami bisa melaju lebih cepat. Hujan turun disepanjang jalan yang kami lalui hingga tiba di Rumah Makan Pribumi, Cianjur pada pukul 02:00.

Untuk mengembalikan kondisi tubuh, kami menyantap bubur ayam dan meminum teh manis panas.

Pukul 02:30 kami melanjutkan perjalanan pulang tanpa henti dan tiba di rumah tepat pada pukul 04:30. Odometer Silvester menunjukkan angka 69.639,5. Silvester menempuh perjalanan sepanjang 2.888 kilometer!

Alhamdulillah.

_
Posted with WordPress for BlackBerry.

Posted in kendara kembara | Leave a comment

Tulungagung-Yogyakarta

Tulisan ini adalah rangkaian dari cerita perjalanan kendara kembara-ku dengan Silvester, sepeda motor Honda Tiger tahun 2005, melintasi pulau Jawa dan Bali.

Hari #9, Tulungagung-Yogyakarta

Hari terakhir di tahun 2011. Aku bangun dari tidur lebih awal dari biasanya dan lebih bersemangat. Setelah minum kopi hangat beberapa teguk aku bersama istriku menyusun ulang barang-barang di dalam console box. Tak lama kemudian kami pergi mandi kemudian sarapan.

Perjalanan menuju kota Yogyakarta kami mulai tepat pada pukul 09:30. Kami mampir di SPBU 54.662.26 untuk mengisi bahan bakar sebanyak 8,22 liter.

Sekitar pukul 09:50 kami meninggalkan kota Tulungagung.

Kemudian masuk ke wilayah Kabupaten Trenggalek beberapa menit setelahnya.


Pukul 10:10 kami memasuki jalan penghubung Trenggalek dan Pacitan yang merupakan jalur utama lintas selatan Jawa Timur.


Sekitar pukul 12 siang kami mulai berkendara melintasi jalur daerah pegunungan yang menanjak dan berkelok.



Hingga akhirnya melintasi jalur yang sangat dekat dengan laut selatan di daerah Sidomulyo.



Kami juga bertemu dengan rekan-rekan dari komunitas Vespa yang akan menuju ke Pacitan.


Semakin mendekati Pacitan kami semakin dekat dengan laut.



Jalur ini sangat sepi, jarang sekali dilalui oleh kendaraan.



Kurang lebih pukul 13:05 kami meninggalkan wilayah Kabupaten Trenggalek.

Kemudian kami memasuki wilayah Kabupaten Pacitan.

Kami sempat beristirahat selama kurang-lebih 30 menit di sebuah warung kopi untuk kemudian melanjutkan perjalanan meuju Kota Pacitan, melintasi ruas jalan lurus beberapa kilometer.

Kemudian memasuki ruas jalan berkelok di daerah perbukitan.


Cuaca sungguh tidak bisa diduga. Setelah beberapa menit berkendara ditengah terik matahari, kemudian turun hujan. Kamipun menepi untuk mengenakan jas hujan dan melanjutkan perjalanan. Masih melintasi area perbukitan.



Hingga kami tiba di Kota Pacitan sekitar pukul 16:00.


Setelah melintasi Kota Pacitan, kami menepi untuk membuka jas hujan.

Kemudian melanjutkan berkendara menuju Kota Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri.

Melintasi ruas jalan yang sempit. Salah satu kendaraan harus mengalah jika berpapasan.


Kami tiba di kota Kecamatan Pracimantoro pada pukul 17:00.


<

Kemudian berhenti untuk beristirahat di sebuah warung makan, sambil menunggu waktu magrhib tiba.

Setelah hampir dua jam kami beristirahat, kami pun melanjutkan perjalanan ke arah kota Yogyakarta dan tiba di sana pada pukul 21:00. Kami pun masuk ke sebuah hotel untuk beristirahat.

_
Posted with WordPress for BlackBerry.

Posted in kendara kembara | Leave a comment